RUMAH ANAK SEORANG PENGACARA DIBOBOL MALING DI PATUMBAK, KERUGIAN DIPERKIRAKAN CAPAI RP10,5 JUTA

DELI SERDANG – SUMUTPOST. COM; Sebuah peristiwa pembobolan rumah terjadi di Jalan Balai Desa, Desa Marindal Dua, Kecamatan Patumbak, Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara. Kejadian ini menimpa tempat tinggal anak dari seorang advokat, yang dilaporkan terjadi pada Senin malam 27/4, dan kondisinya diketahui keesokan harinya.

Berdasarkan keterangan yang diperoleh dari Sumutpost.com, rumah tersebut selama ini dihuni oleh putri dari Advokat Anthonius Sihombing, SH, yang berinisial YF (28 tahun) dan telah berkeluarga. Saat kejadian berlangsung, YF sedang berada di luar kota, sehingga tempat tersebut dalam keadaan kosong. Meski demikian, istri Bapak Anthonius kerap tinggal di rumah itu untuk menjaganya.

Pada malam kejadian, Bapak Anthonius dan istrinya beristirahat di kediaman mereka yang berada di Kompleks Perumahan Nusantara. Barulah pada Selasa pagi, istrinya menghubungi dan memberitahukan hal yang tidak wajar di rumah tersebut.

Baca Juga  Para Ibu Pendeta Mengisi Waktu Luang

“Sesampainya di sana, kami melihat seluruh perabotan berantakan. Setelah diperiksa, ternyata jeruji besi pada jendela dapur yang terbuat dari bahan tebal telah jebol dan terbuka, diduga dibuka secara paksa oleh pelaku,” ungkap Bapak Anthonius saat diwawancarai di kediamannya.

Dari hasil pengecekan, sejumlah barang milik keluarga dinyatakan hilang, antara lain unit mesin pendingin ruangan, tabung gas elpiji berukuran 3 kilogram, serta mesin pompa air. Nilai kerugian akibat peristiwa ini diperkirakan mencapai Rp10.500.000.

Tidak lama setelah mengetahui kejadian tersebut, Bapak Anthonius telah melaporkan peristiwa ini ke pihak kepolisian dan telah mendapatkan Surat Tanda Penerimaan Laporan. Ia berharap aparat kepolisian dapat bertindak cepat dan berhasil menangkap para pelaku.

Baca Juga  Kunjungan Ephorus HKBP ke JK Picu Kritik: Netralitas Gereja dan Sensitivitas Umat Dipertanyakan

Selain berprofesi sebagai advokat, Bapak Anthonius juga menjabat sebagai Ketua Dewan Pimpinan Daerah Masyarakat Indonesia Maju Kabupaten Deli Serdang. Ia menyampaikan bahwa bangunan tersebut awalnya dibangun untuk dijadikan kantor organisasi yang dipimpinnya, dan baru kemudian dihuni oleh putrinya agar tidak kosong.

“Saya juga sudah lama hidup dan bermasyarakat di lingkungan ini, jadi tidak menyangka hal seperti ini bisa terjadi,” ujarnya dengan nada kesal seraya menunjukkan dokumen laporan yang telah dibuatnya.

Sampai saat ini, penyelidikan terkait kasus pembobolan ini masih terus dilakukan oleh pihak berwajib untuk mengungkap siapa saja pelakunya dan motif di balik peristiwa tersebut. (SP)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *